ILUSTRASI/NET


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO- Niat hati ingin membina rumah tangga  Don Mucil (bukan nama sebenarnya) (36) bersama Lady Mina (bukan nama sebenarnya) (34) namun pupus di tengah jalan. Pengorbanan dan tetes keringat dalam mencari uang untuk memenuhi kebutuhan, harus di balas dengan penghianatan dan rasa sakit yang begitu dalam.

" Atas rasa sakit yang di berikan selama perantauan bekerja siang dan malam, harus menjadi di balas dengan kepedihan ini rasanya sakit dan tak akan saya lupakan selama lamanya ungkap," Don Mucil.

Di ceritakan Don Mucil, sang istri yang ia sayangai, dan sudah memberikan dia buah hati satu orang anak, menghianati dengan bermain cinta dengan orang lain. Melihat ini sudah tidak sanggup lagi menahan sakit hati yang dirasakan dari sikap sang istri, terhadapnya. Pengorbanan yang di berikan Don Mucil selama 7 tahun berumah tangga tak ada artinya. Hasil keringat hanya di manfaatkan dengan orang lain menjadi rasa sakit yang sangat sakit.

"Hati saya sakit mas saat tahu kejadian ini, terutama saat dengan mata saya sendiri istri saya bersama dengan laki-laki lain. Ini sudah tidak bisa dimaafkan, saya jauh-jauh bekerja dia malah enak-enakan dengan laki-laki lain. Saat sang istri meminta bercerai saya bilang saya tidak mau apa apa, tapi satu saya minta anak saya ikut saya. Jangan lagi kamu ganggu kehidupan aku sama anak aku, silakan kalau kamu mau sama laki-laki lain itu urusan mu, aku hanya ingin anak ku,"ungkap Don Mucil saat di berkisah.

Sang istri Don Mucil setiap hari bekerja dengan menjaga warung sayur, dan Don Mucil harus bekerja jauh. Di saat itulah Lady Mina tak sanggup menahan diri, saat sang Don Mucil jauh bermain dengan seorang laki-laki lain yang tak jauh berada di tempat tinggal mereka.

"Keseharian istri saya itu berjualan sayur persis ada di Kota Palangka Raya. Sedang kan saya harus bekerja siang dan malam di kota lain. Ini saya lakukan semata mata untuk menghidupi dia, namun apa yang dibalasnya, dia berselingkuh dengan laki-laki lain membuat kita harus berpisah semenjak tujuh bulan ini," curhatnya.

Menurut Don Mucil keringat bekerja selama ini jadi sia-sia saja. Dirinya juga tidak habis piker, istrinya tega memberi kenyataan pahit, dan memberikan kepalsuan cinta.

"Saya pasrahkan saja semuanya kepada tuhan yang maha kuasa, mungkin dia bukan jodoh saya yang terbaik, dan semoga menjadi pembelajaran bagi saya untuk menjadi lebih baik lagi. Sekarang yang saya pikirkan yakni harus membesarkan anak saya buah hati saya yang sekarang menjadi kewajiban saya untuk membesarkannya" ucap Don Mucil, saat dibincangi sebelum mengikuti sidang ke III di Pengadilan Agama Palangka Raya.

Don Mucil menegaskan, proses perceraian  yang minta istri juga."Saya berdoa agar persidangan ini bisa berjalan lancer, dan saya beserta anak saya hidup normal menata hidup yang baru dan melupakan  semua yang sudah terjadi. Anggap apa yang sudah terjadi merupakan kehendak yang maha kuasa," kata Don Mucil mencoba untuk tegar.

12

Editor : dar
Reporter : yud