Tenaga Medis dengan sigap Merawat pasien positif Covid-19 di IGD Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (2/7/2021). Melonjaknya kasus COVID-19 membuat tenaga medis RSU Kabupaten Tangerang bersigap menangani pasien. Hal ini guna menghindari penumpukan pasien karena mengantre terlalu lama. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)


PROKALTENG.CO-Penularan Covid-19 bisa terjadi di mana saja, salah satunya di rumah sakit sebagai pusat perawatan pasien Covid-19. Hal tersebut diungkapkan dalam penelitian terbaru.

Sekitar 1 dari 10 orang yang terinfeksi Covid-19 justru tertular di rumah sakit. Angka itu terungkap dari penelitian di Inggris. Para peneliti di seluruh Inggris menemukan bahwa rumah sakit menjadi lokasi penyebar super Covid-19 selama penguncian nasional pertama.

Para akademisi menganalisis rekam medis sejumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 selama lima bulan pertama pandemi. Di 314 rumah sakit, lebih dari 10 persen orang tertular virus padahal mereka merupakan pasien non-Covid-19 yang memang sedang dirawat di rumah sakit itu.

Selain itu, Ddata terbaru pada Mei 2021, sebanyak 20 persen atau 2 dari 10 orang yang terinfeksi Covid-19 justru tertular di rumah sakit. Para ilmuwan mengatakan pihaknya memperkirakan pasien yang dirawat di gelombang pertama justru terinfeksi selama mereka dirawat di rumah sakit karena penyakit lain.

“Pengendalian infeksi harus tetap menjadi prioritas di rumah sakit dan fasilitas perawatan,” kata Penulis top dr Jonathan Read seperti dilansir dari diabetes.co.uk, Kamis (9/9).

Rekan akademiknya, dr Chris Green mengatakan kemungkinan ada sejumlah alasan mengapa banyak pasien terinfeksi saat dalam perawatan. Salah satunya termasuk sejumlah besar pasien yang dirawat di rumah sakit memiliki fasilitas terbatas untuk ruang isolasi, akses terbatas ke pengujian diagnostik yang cepat dan andal untuk mendeteksi wabah, tantangan seputar akses ke dan penggunaan APD nakes.

“Dan kurangnya ventilasi sehingga memicu penularan melalui udara,” katanya.

Tim peneliti juga menemukan bahwa rumah sakit kesehatan mental atau RSJ mencatat jumlah infeksi tertinggi. Sementara rumah sakit yang menawarkan perawatan standar mencatat jumlah terendah.

“Penelitian ini penting untuk mempromosikan praktik pengendalian infeksi terbaik,” kata Profesor Calum Semple.

“Penelitian sekarang telah dilakukan untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan baik dan pelajaran apa yang perlu dipelajari untuk meningkatkan keselamatan pasien,” tambahnya.

Ahli dari University of Edinburgh dr. Anne Marie Docherty mengatakan alasan yang mendasari tingginya tingkat penularan di rumah sakit harus diselidiki. Sehingga nakes dapat meningkatkan keselamatan pasien. Seluruh studi penelitian sekarang dapat diakses di jurnal ‘The Lancet.

“Sehingga orang-orang tidak boleh terhalang untuk datang ke rumah sakit jika mereka tidak sehat,” katanya.

12

Editor : Nurul Adriyana Salbiah
Reporter : Marieska Harya Virdhani/jpc