ILUSTRASI (FOTO :klikDokter)


SAMPIT, PROKALTENG.CO - Desa Kawan Batu, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga kini tidak memiliki tenaga bidan. Padahal, pelayanan di bidang kesehatan itu sangat penting dalam membantu masyarakat, terutama kaum perempuan dalam proses melahirkan.

“Di desa kami pustu dan polindes memang ada, tapi petugas kesehatannya yang tidak ada. Ketika ibu hamil akan melahirkan terpaksa menggunakan jasa dukun beranak yang ada di kampung,” ucap Kepala Desa Kawan Batu, Sumardi, Minggu (12/9).

Kades mengaku, selama ini masyarakat terpaksa berobat keluar desa. Itupun bagi warga yang mampu. Namun bagi yang tidak mampu terpaksa harus berobat secara tradisional atau membeli obat di warung. “Warga yang melahirkan kalau sudah darurat dibantu bidan kampung, dan kalau sudah gawat baru di bawa ke kecamatan atau kabupaten,” terangnya.

Kades berharap, kepada pemerintah daerah bisa menempatkan tenaga kesehatan, terutama bidan. Hal itu sangat penting dalam membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan secara medis.

Sementara itu, Bupati Kotim, Halikinnor langsung menanggapi permintaan kepala desa tersebut, dengan memerintahkan kepala dinas kesehatan untuk segera menempatkan petugas kesehatan ke desa tersebut.

“Saya sudah instruksikan Kepala Dinas Kesehatan untuk menempatkan petugas kesehatan di sana,” ungkapnya.

Halikinnor menyebutkan, tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di desa tersebut adalah seorang bidan. Menurutnya dengan ditempatkan bidan, selain dapat melayani proses kelahiran juga dapat bertindak sebagai perawat untuk pelayanan kesehatan umum bagi masyarakat Desa Kawan Batu.

“Jadi kalau sudah ada penempatan tenaga kesehatan masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk berobat keluar dari desa,” tandasnya.

Menurutnya, Keberadaan bidan desa merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan langsung terhadap masyarakat. Disamping itu pula, bidan wajib menjalankan kegiatan yang sesuai dengan kebijakan program yang telah ditetapkan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu standar pelayanan.

"Peran bidan memiliki tugas penting dalam meningkatkan angka kesehatan di masyarakat, tak hanya kepada ibu dan anak, tetapi bisa memberikan pengobatan untuk berbagai penyakit umum," jelas bupati.

Halikinnor menekankan, bidan yang ditempatkan di desa diharapkan mampu melakukan dan memanfaatkan pertemuan berkala di Puskesmas bersama bidan desa sebagai sarana pembinaan. Sehingga, implementasi dari upaya tersebut dapat memberikan manfaat positif dan berdayaguna untuk meningkatkan pelayanan terhadap kesehatan ibu dan anak.

"Bidan yang bertugas di Desa maupun di Puskesmas harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang bervariasi untuk meningkatkan standar mutu pelayanan," tuturnya.

12

Editor : dar
Reporter : sli/ans