Ketua Komisi III H.Sanidin beserta Anggota DPRD Kabupaten Kotim saat menerima kunjungan DPRD Kabupaten Kobar, Rabu (15/9). (BAHRI/KALTENGPOS)


SAMPIT, PROKALTENG.CO- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kedatangan tamu, rombongan  DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang merupakan Kabupaten tetangga, kedatangan tersebut untuk melakukan kaji banding ke DPRD Kabupaten Kotim terkait upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta penyelenggaraan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini.

Kedatangan rombongan tersebut diterima di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Kotim, Pertemuan itu disambut oleh Ketua Komisi III H.Sanidin dan Anggota lainnya karena unsur pimpinan DPRD Kotim sedang ada kegiatan lain di waktu bersamaan.

Komisi III H.Sanidin yang mewakili unsur pimpinan menyampaikan terima kasih atas kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Kobar ke DPRD Kotim untuk melakukan kajian banding terkait bidang pendidikan, perhubungan dan pendapatan asli daerah (PAD).

"Saya atas nama pimpinan DPRD Kabupaten Kotim sangat berterima kasih atas kunjungan  DPRD Kabupaten Kobar untuk berbagi pengalaman baik di bidang pendidikan, perhubungan dan Pendapatan, selain itu ini juga untuk mempererat hubungan tali silaturrahmi kita," kata Sanidin saat dibincangi usai acara, Rabu (15/9).

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Kobar  Muhammad Rusdi Gozali menyampaikan dirinya beserta Anggota Komisi A, B dan C melakukan kunjungan kerja bersama ke DPRD Kabupaten Kotim untuk melakukan kajian banding baik terhadap masalah Pendidikan, perhubungan dan pendapatan.

"Alhamdullilah pertemuan ini mendapat masukan banyak terkait bagaimana sistem pengujian kendaran bermotor, pendidikan dan yang lebih penting bagaimana langkah-langkah yang dilakukan pemerinta Kabupaten Kotim dalam melakukan peningkatan pendapatan asli daerah, dan kami mendapatkan masukan yang luar biasa," kata Muhammad Rusdi Gozali.

 

Dirinya menilai ada kebijakan-kebijakan di Kabupaten Kotim yang menurutnya dapat diterapkan untuk kemajuan di Kabupaten Kobar, dan prinsipnya pihaknya ingin menimba ilmu dari kawan-kawan di Kabupaten Kotim, karena APBD daerah ini hampir mencapai Rp 2 triliun, sementara Kabupaten Kobar masih belum dibawah Kabupaten ini.

"Mudah-mudahan apa yang kita peroleh dalam kaji banding ini menjadi bahan bagi kami bagaimana untuk meningkatkan PAD Kabupaten Kobar sehingga bisa seperti kabupaten Kotim," ucap Muhammad Rusdi Gozali.

Ia juga mengatakan mengapa pihaknya memilih Kabupaten Kotim untuk dikinjungi, karena pihaknya melihat bagaimana pola pendapatan bahwa daerah ini sudah mengunakan teknologi informasi dalam kaitan sistem dibangun, sehingga tingkat kesalahan dan juga human error baik dalam efiktifitas diefesesi didalam penerapannya justru mereka lebih baik.

12

Editor : dar
Reporter : bah