Kirim 79 Dai ke Pelosok Indonesia

  • 2019-05-08


 Masyarakat di daerah pinggiran atau pelosok kerap tidak mendapat pendidikan dan pengajaran agama yang memadai. Hal itu dipicu oleh kondisi mereka yang jauh dari pusat kota.

Agar masyarakat di pedalaman mendapat ilmu agama yang memadai, Global Zakat-ACT dan Mahad Aly (perguruan tinggi) Al Nuaimy melepas 79 orang mahasiswanya untuk berdakwah. Mereka disebar ke daerah pelosok yang tersebar di 24 provinsi.

Direktur Mahad Ali An Nuaimy Ustad Itang Rusmana menyebut, pengiriman dai ke pelosok bagian dari program Dai Nusantara. Progrma itu diinisiasi oleh Global Zakat – ACT. Tujuannya untuk membangun masyarakat melalui dakwah di pelosok negeri. Mahasiswa yang dikirim itu, selama setahun tidak hanya dituntut untuk mengajarkan hal yang sifatnya agama, tetapi juga meningkatkan taraf hidup di masyarakat.

“Kami mengambil contoh dari program sebelumnya. Ada Dai kami yang di Desa Brang Kolong, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dai kami di sana mampu membangun pesantren. Bahkan mereka juga memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat setempat,” jelas Ustad Itang dalam keterangan persnya, Rabu (8/5).

Ustad Itang menyebut, sebelum berangkat ke daerah pelosok, para mahasiswa juga dibekali dengan beberapa materi khusus untuk menjalankan program Dai Nusantara Global Zakat – ACT.

Di antaranya kemampuan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal, sosial mapping, memahami potensi konflik yang ada di masyarakat, mencatat tokoh-tokoh penting di masyarakat. “Lebih penting lagi kemampuan mengidentifikasi masalah di masyarakat,” terangnya.

Vice President ACT Ibnu Hajar menambahkan, program Dai Nusantara merupakan jawaban dari beragam permasalahan di tepian-tepian negeri. Program itu difokuskan pada usaha pengembangan masyarakat, di samping pada pendidikan agama.

“Kami ingin para Dai ini bukan hanya mengajarkan tentang Islam tetapi juga bersahabat dengan masyarakat. Memahami permasalahan di tengah masyarakat, menemukan dan mengelola potensi-potensi hebat masyarakat. Lalu mendampingi masyarakat menyiapkan program-program terbaik untuk menuju masyarakat mandiri,” kata Ibnu.

Pelepasan Dai Nusantara yang berlangsung pada Sabtu (4/5) dilakukan oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Mantan Presiden PKS itu mengapresiasi program Dai Nusantara. Menurut dia, seharusnya umat Islam Indonesia memang menghadirkan kerja sama yang sangat baik. “Menyiapkan sumber daya manusia yang terbaik dan kondisi yang terbaik,” tandasnya.(jpc)

 

Editor :
Reporter :

Berita Terbaru