Hargai Instruksi Gubernur, Koyem Fokus Bina Sepak Bola Putri

  • 2022-01-11
Bupati Barito Utara (Batara) H Nadalsyah saat memberikan arahan dan motivasi kepada pemain sepak bola putri Kalteng di Jalan G Obos IX, Palangka Raya, Senin (10/1). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO- Nama Bupati Kabupaten Barito Utara (Batara) H Nadalsyah masuk dalam bursa calon Ketua Umum (Ketum) Asprov PSSI Kalteng periode 2022-2026. Meski namanya didorong maju pada kongres yang diagendakan Februari mendatang, bupati yang akrab disapa Koyem ini memastikan tidak ikut bertarung. Ia ingin fokus membina sepak bola putri.

Pernyataan tidak ikut mencalon sebagai Ketum Asprov PSSI Kalteng ini disampaikan Koyem saat bersilaturahmi dengan tim sepak bola putri Kalteng yang tampil pada PON XX Papua tahun lalu. Motivasi itu diberikannya kepada pesepak bola putri saat bersua di Jalan G Obos IX Palangka Raya, Senin (10/1). 

"Ini juga menjawab pertanyaaan publik selama ini bahwa nama saya juga muncul sebagai salah satu yang didorong untuk menjadi kandidat Ketua Umum Asprov PSSI Kalteng. Jadi saya tidak maju nanti," ucapnya.

Koyem menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan kepadanya. Suatu kepercayaan yang patut disyukuri, walaupun tidak mencalon. Keputusan itu diambilnya untuk menunjukkan komitmen untuk menghargai instruksi Gubernur H Sugianto Sabran, yang meminta agar orang partai politik tidak ikut terlibat dalam pencalonan Ketua Umum Asprov PSSI Kateng ke depan.

Selain itu, Koyem ingin fokus pada pembinaan sepak bola putri di tingkat nasional sebagai Ketua umum Gerakan Sepakbola Wanita Indonesia (GSWI) dan Ketua Umum Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) pusat.

"Saya tidak ingin setelah terpilih dan dilantik menjadi Ketua Umum GSWI dan ASBWI, tidak ada kegiatan yang digelar dalam upaya pembinaan olahraga sepak bola putri di Indonesia. Saya malu kalau organisasi ini tidak dijalankan dengan baik," tegasnya.

Oleh karena itu, dirinya telah menginstruksikan kepada jajaran untuk terus bekerja dan fokus membina sepak bola putri agar lebih baik dari sebelumnya. Insyaallah dengan kerja sama, bahu-membahu, dan gotong royong, maka cita-cita menghidupkan sepak bola putri Indonesia dapat diwujudkan.

"Apalagi sepak bola putri yang kami tangani ruang lingkupnya lebih luas yaitu seluruh Indonesia, jadi harus fokus untuk menjalankan program kerja yang sudah disusun," tuturnya.

Koyem juga menegaskan bahwa siapapun yang akan terpilih menjadi Ketua Umum Asprov PSSI Kalteng, akan didukung penuh olehnya. Apalagi jika punya program kerja untuk memajukan persepakbolaan di Kalteng, sudah tentu akan di-support sepenuhnya. Dirinya juga berharap ke depannya makin banyak putra dan putri Kalteng menjadi bagian dari timnas Indonesia.

"Sebenarnya kami diagendakan untuk mengantarkan timnas ke India untuk ikut turnamen internasional pada 11 Januari. Namun karena mempertimbangkan PPKM dan lainnya, maka kami putuskan untuk cukup menjemput saat mereka pulang nanti," sebut Koyem.

GSWI juga berencana menggelar Piala Pertiwi pada akhir Maret nanti untuk mencetak bibit-bibit yang akan membela timnas pada Piala AFF 2023, di mana Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah. Untuk itu, persiapan akan segera dilakukan usai digelarnya Piala Pertiwi.

Akan ada 50 pemain yang akan dipusatkan pada TC sebelum pelaksanaan Piala AFF nanti. GSWI juga telah membidik pelatih asal Jerman yang akan menukangi timnas sepak bola putri sebelum menghadapi Piala AFF 2023 mendatang.

Editor : dar
Reporter : nue/ala
Share on | Facebook | Whatsapp | Telegram | Twitter

Berita Terbaru