Banyak Kasus Stunting Akibat Pernikahan Dini

  • 2022-01-13
Ketua Komisi III DPRD Kalteng Duwel Rawing


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO - Pernikahan anak di Kalteng masih tinggi. Bahkan berada pada urutan kedua secara nasional setelah urutan pertama Kalimantan Selatan (Kalsel). Melihat kondisi ini, jajaran legislatif berharap agar pemerintah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dapat berkolaborasi menekan angka pernikahan dini atau usia anak di Bumi Tambun Bungai ini.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng Duwel Rawing mengatakan, tingginya pernikahan anak di Kalteng ini dipengaruhi oleh berbagai hal. Tentu saja, hal ini harus segera diatasi agar tidak semakin tinggi dan berakibat buruk terhadap berbagai permasalahan ke depannya.

“Aturan usia pernikahan itu sudah jelas diatur dalam undang-undang, minimal usia anak melangsungkan pernikahan harus sesuai dengan undang-undang,” kata Duwel di ruang kerjanya, kemarin.

Menurut dia, sebagai dampak pernikahan anak, akan terjadi berbagai masalah, mulai dari tingginya angka perceraian termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga masalah stunting pada anak yang dilahirkan dari pernikahan dini.

“Saat saya melaksanakan kunjungan ke beberapa daerah di Kalteng ini, saya mendapat informasi bahwa kasus stunting banyak dialami akibat dari pernikahan dini,” sebut politikus PDIP ini.

Tentu saja, pemerintah bisa mengatasi pernikahan dini ini dari sisi penguatan pendidikan dan penanganan lain yang berkaitan dengan masalah sosial. Selain peran dari pemerintah, lembaga-lembaga adat dan agama dianggap memiliki peran yang tidak kalah dalam upaya menekan angka pernikahan dini tersebut.

Editor : nto
Reporter : abw
Share on | Facebook | Whatsapp | Telegram | Twitter

Berita Terbaru