Eks Kasubsi Perencanaan PDAM Kapuas Divonis 4,6 Tahun Penjara

  • 2022-01-18
Sidang kasus korupsi PDAM Kapuas yang menyeret Kepala Sub Seksi Perencanaan tahun 2014-2018, Agus Cahyono digelar di Pengadilan Tipikor Kota Palangka Raya,Selasa (18/1). (FOTO HAFIDZ/PROKALTENG.CO)


PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Mantan Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Perencanaan PDAM Kapuas periode tahun 2014-2018, Agus Cahyono divonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kota Palangka Raya dengan hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp500.000.000.

Putusan itu tertuang dalam sidang secara virtual yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Alfon di Pengadilan Tipikor Kota Palangka Raya, Selasa (18/1).

“Menyatakan terdakwa Agus Cahyono anak dari Yansen Modal terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan secara bersama-sama tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan primair,” kata Alfon membacakan putusan.

Majelis hakim menyebutkan, apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan. Tak hanya itu, majelis hakim juga menjatuhkan humkuman terhadap terdakwa dengan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp1.003.548.056 dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar UP selama satu bulan setelah putusan, maka harta bendanya akan disita oleh negara sebagai pengganti

“Dan apabila terdakwa tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun,” sebutnya.

Vonis terhadap terdakwa kasus korupsi PDAM Kapuas ini, tergolong lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan  JPU. Namun kendati demikian, UP yang diputuskan majelis justru lebih tinggi daripada tuntutan JPU tersebut.

Sebelumnya, diketahui JPU Alfian Fahmi telah memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 8 tahun 6 bulan dengan denda sebesar Rp500.000.0000. Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka dibayar dengan pidana kurungan selama 4 bulan.

Alfian Fahmi juga menuntut terdakwa membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp843.548.056 dengan ketentuan apabila kerugian tersebut tidak dibayar dalam kurun waktu 1 bulan, maka harta benda milik terdakwa disita negara. Namun apabila harta benda tidak mencukupi untuk menutup kerugian tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun 3 bulan.

Editor : hnd
Reporter : hfz
Share on | Facebook | Whatsapp | Telegram | Twitter

Berita Terbaru