Dinikahi Kakek tapi Kaya, Lady Mina Hanya Kuat 1,5 Tahun Saja

  • 2022-05-11
Ilustrasi by Jawa Pos Grup


PROKALTENG.CO-Kian hari kian banyak perempuan yang ingin cepat kaya tanpa susah payah dengan bekerja. Berbagai cara pun ditepuh, termasuk rela menjadi istri laki-laki yang sudah menjadi kakek-kakek.

Ya, salah satu perempuan itu sebut saja Lady Mina. Usianya baru 23 tahun dan sedang menyelesaikan skripsi di sebuah kam­pus swasta di Malang. Nah, pria yang saat itu jadi incarannya adalah Don Mucil (bukan nama sebenarnya,red) yang usianya nyaris tiga kali lipat dari Lady Mina.

“Saya menikah umur 21. Waktu itu, Papa (sebutan sayang Lady Mina ke Don Mucil, red) sudah mau 63 tahun,” curhatnya dengan enteng, belum lama ini.

Kalau melihat casing luarnya, Lady Mina ini masuk kategori anak muda masa kini yang hidupnya santai lehai-lehai kayak di pantai sambil makan capcay. Terbukti, dari dandanannya betul-betul menunjukkan kalau dirinya sudah punya suami.

Kaki jenjangnya dibalut jeans yang robek di bagian dengkul kanan dan kiri. Jeans yang sudah suram warnanya itu dipadupadankan dengan kemeja flannel kotak-kotak warna merah yang lengannya digulung hingga siku.

Meskipun casingnya santai seperti itu, namun Lady Mina tetap kelihatan dari kalangan orang berduit. Ia pergi ke Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya dengan mengendarai HRV seri terbaru warna merah. Ia nyetir sendiri.

“Papa itu orang kaya, mas. Punya kebun sawit di Sumatera. Juga punya saham di perusahaan batubara di Kalimantan,” ungkap Lady Mina melanjutkan ceritanya sambil nyruput capucino dingin, sepekan sebelum Hari Raya Idulfitri lalu.

Status kaya itulah yang membuat dia mau dinikahi Don Mucil, dua tahun lalu.  Ya, tepatnya tahun 2019 Don Mucil dikenalnya ketika ia jadi SPG rokok yang menawarkan dagangannya dari kafe ke kafe di Malang.

“Ketemu beberapa kali, eh Papa sudah langsung kesengsem. Saya ya jelas mau saja, wong Papa kaya dan juga cakep,” sambungnya.

Singkat kata, Lady Mina akhirnya mau dilamar. Apalagi Don Mucil dengan sopan melamar Lady Mina ke orang tuanya di kawasan Sawahan, Surabaya. “Orang tua saya nggak mempedulikan usia. Walaupun ibu-bapakku usianya jauh lebih muda dari Papa, mereka menyetujui saya dinikahi pria yang usianya sudah 60 tahun lebih,” ujarnya.

Harta diakui Lady Mina jelas jadi alasannya mau dinikahi Don Mucil. Ia berharap bisa hidup bahagia tanpa harus kerja banting tulang. “Satu tahun setengah saya benar-benar merasakan kebahagiaan itu. Tapi, lama-lama kok membosankan ya. Apalagi Papa makin jarang di rumah karena bisnisnya perlu perhatian,” urai Lady Mina.

Hubungan suami istri yang biasanya rutin dijalani, lama-lama menjadi hal yang tak penting lagi. Lady Mina kian tak merasakan rindu atau sejenisnya meskipun Don Mucil sebulan tak pulang. “Yang penting transferan lancar, masa bodohlah,” katanya lalu tertawa ngakak.

Sampai akhirnya, Lady Mina diingatkan oleh orang tuanya, bahwa menikah tak melulu soal uang, tapi juga soal bahagia dan keturunan. “Akhirnya saya berpikir untuk mengakhiri pernikahan yang tak sehat ini. Alhamdulillah Papa menyetujuinya. Ini sudah di tahap akhir perceraian. Kami berpisah baik-baik,” ujarnya menyudahi ceritanya.

Editor : hnd
Reporter : laf

Berita Terbaru