Disdik Berharap Guru Penggerak Barsel Bertambah

  • 2022-05-16
Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan, Su’aib


BUNTOK, PROKALTENG.CO – Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan, Su’aib menyatakan, pihaknya berharap jumlah guru penggerak di Bumi Dahani Dahanai akan terus bertambah. Karena keberadaan guru dan sekolah penggerak diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah itu.

“Saat ini jumlah calon guru penggerak di Barsel baru ada 12 orang yang berasal dari angkatan 3 dengan rincian 4 orang calon guru penggerak dari SMA/SMK dan 8 orang SD dan SMP. Dan untuk sekolah penggerak ada 12 sekolah lulus tahap pertama. Untuk tahap kedua masih belum tahu yang lulus berapa,” kata Su’aib, Senin (16/5/2022).

Pada Sabtu (14/5/2022) akhir pekan lalu, lanjut Su’aib, ke-12 calon guru penggerak tersebut telah melaksanakan lokakarya 7 yang mengangkat tema ‘Festival Panen Hasil Belajar’ di GPU Jaro Pirarahan Buntok.

Pada lokakarya 7 ini para calon guru penggerak melakukan pameran yang menampilkan hasil program unggulan yang telah dilaksanakan selama 7 bulan melaksanakan pendidikan guru penggerak.

“Dari lokakarya 7 kemarin, kita sangat mengapresiasi kreativitas dan inovasi para calon guru penggerak. Tinggal 2 tahap lagi apabila lancar, mereka bisa dinyatakan lulus menjadi Guru Penggerak,” kata Su’aib.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya berharap guru-guru penggerak di Barsel akan terus bertambah. Karena melalui program ini, program Merdeka Belajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan diharapkan bisa terwujud.

Pasalnya, dengan kemampuan para guru penggerak yang inovatif dan kreatif, mampu menciptakan inovasi program pendidikan atau pembelajaran baik sesuai dengan lingkungan dan potensi kewilayahan.

“Demikian juga dengan Sekolah Penggerak yang saat ini sudah ada 12, kita harapkan bisa bertambah lagi,” ujarnya.

Terpisah, Wali Penanggungjawab Calon Guru Penggerak Barito Selatan, Liza H Nurani, mengungkapkan, lokakarya yang dilakukan para calon guru penggerak bertujuan agar calon guru penggerak bisa mengambangkan program pembelajaran bagaimana sains berkaitan dengan pembelajaran di sekolahnya, sehingga bisa mengajarkan kepada siswa bersifat produktif .

“Jika kita lihat hasil para calon guru penggerak selama 7 bulan ini, terlihat sudah ada kreativitas terutama satuan pendidikannya terkait program pembelajaran Merdeka Belajar,” ucapnya.

“Artinya, tidak lagi guru yang mendominasi, namun sudah ada komunikasi dua arah. Seperti apa yang ingin anak didik pelajari, para guru hanya membatasi tema seperti apa, sehingga siswa bisa memilih tema belajarnya,” imbuhnya.

Editor : dar
Reporter : nto
Share on | Facebook | Whatsapp | Telegram | Twitter

Berita Terbaru