Klik Saja Tidak Cukup untuk Mengadopsi

  • 2022-05-17
Anak-anak anjing di selter RRDC berkumpul di salah satu sudut dan bercanda satu sama lain. (ILHAM WANCOKO/JAWA POS)


MENGADOPSI anjing dari selter susah-susah gampang. Masa penjajakan sampai menemukan calon momongan yang dikehendaki masih akan diikuti dengan tahapan survei. Para pengadopsi harus bisa membuktikan bahwa mereka benar-benar siap untuk menjadi pawrent. Yakni, menunjukkan kelayakan tempat tinggal mereka.

Erlie Egawati mengontak Victor Indrabuana, founder Ron Ron Dog Care (RRDC), saat mencarikan teman untuk Ocha, anjingnya. ”Tanpa basa-basi, saya langsung diminta melihat ke lokasi,” tuturnya kepada Jawa Pos beberapa waktu lalu.

Begitu tiba di selter, Erlie langsung berkenalan dengan anjing-anjing di sana dan mencari yang klik. Target utamanya adalah anjing dengan corak bulu mirip dalmatian. Sebab, Ocha adalah seekor dalmatian.

Kemiripan corak dan warna bulu diharapkan Erlie membuat Ocha dan momongannya yang baru nanti bisa lebih cepat akrab. Dengan demikian, Ocha yang ditinggal mati Cici pada 2019 tidak akan lagi merasa kesepian. Menurut Erlie, sepeninggal Cici, sikap Ocha berubah. Dia tidak bisa membiarkan sikap itu berlarut-larut.

Pilihan akhirnya jatuh pada Bravo. Tapi, tahap naksir itu lalu dilanjutkan dulu dengan masa penjajakan. ”Saya harus mempertimbangkan cocok tidaknya dengan saya dan bagaimana respons Ocha,” lanjut Erlie. Maka, Ocha pun terlibat dalam penjajakan.

Penjajakan beres. Bravo dan Ocha mulai saling akrab. Beralihlah Erlie ke tahap berikutnya. Yakni, survei. ”Harus disurvei dulu luas rumah dan sebagainya. Karena anjing butuh kebebasan, bukan diikat dan dikerangkeng,” terangnya.

Lolos survei, barulah Erlie dan RRDC membuat perjanjian. Perjanjian hitam di atas putih itu menjadi acuan mereka soal pengasuhan Bravo. ”Adopsi anjing memang harus begitu,” jelas Erlie.

Dia menambahkan, anjing yang diadopsi dari selter dan dari pet shop berbeda. Kebetulan, Ocha dulu diadopsi dari pet shop. Ia tumbuh sebagai anjing yang tertutup dan mudah ragu. ”Ruang di pet shop terbatas. Beda dengan Bravo yang lebih aktif karena terbiasa di RRDC yang luas,” terang Erlie soal penyebab perbedaan karakter Bravo dan Ocha.

Editor : Iha
Reporter : JPC/ Ilham Safutra
Share on | Facebook | Whatsapp | Telegram | Twitter

Berita Terbaru