Dituntut Kasus ITE, Damang Pahandut Pertanyakan Dasar Tuntutan

  • 2022-06-18
Parada saat dihadirkan kuasa hukum terdakwa Marcos Tuwan di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Rabu (18/5). (HAFIDZ/PROKALTENG.CO)


PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Damang Kepala Adat Kecamatan Pahandut, Marcos Sebastian Tuwan atau Marcos Tuwan menerima tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Marcos Tuwan dituntut 2 tahun 6 bulan atas kasus dugaan pencemaran nama baik kepada Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Andrie Elia Embang.

“Sudah, tuntutannya 2 tahun 6 bulan,”ujar kuasa hukun Marcos Tuwan, Mikhael Agusta melalui pesan whatsapp kepada prokalteng.co, Sabtu (18/6).

Menanggapi tuntutannya tersebut, Mikhael mengaku sangat keberatan atas tuntutan yang diterima terdakwa. Ia mempertanyakan dasar tuntutan JPU kepada terdakwa. Tuntutan itu, sebutnya dapat menyakiti hati masyarakat.

“Karena bagaimana mungkin hal-hal yang merupakan bentuk perselisihan kecil seperti ini saja dituntut dua setengah tahun, dapat dipikirkan bagaimana ke depannya apabila masyarakat memiliki perselisihan. Apakah masyarakat dituntut seperti ini,ujarnya.

Atas tuntutan itu, Mikhael menilai JPU tidak memahami hukum dan penyelesaian hukum yang hidup di masyarakat. Terlihat dari beratnya tuntutannya, Ia memandang JPU kurang memahami bagaimana masyarakat hidup di Kalteng. Selain itu, ia juga menilai sebagai penegak hukum kurang memahami undang-undang pencemaran nama baik.

“Selain itu melihat dari perkembangan di persidangan, ternyata yang merasa tersakiti ini adalah organisasi UPR. Sebagaimana yang kita tahu bahwa undang undang pencemaran nama baik ini adalah undang- undang yang harus dirasakan oleh personal bukan instansi,”pungkasnya.

Sebelumnya Marcos Tuwan didakwa dengan pasal Pasal 45 ayat (1) junto Pasal 27 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dalam dakwaanya, 5 postingan Marcos Tuwan di media sosial diduga mencemarkan nama baik Andrie Elia Embang. Seperti di persidangan sebelumnya, Andrie Elia Embang saat itu menjadi saksi yang juga merupakan pelapor. Korban menjelaskan terkait postingan Facebook Marcos Tuwan yang dinilai mencemarkan nama baik pribadi, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, maupun Rektor UPR.

 

Editor : hnd
Reporter : hfz
Share on | Facebook | Whatsapp | Telegram | Twitter

Berita Terbaru