Depresi dan Dimensi Kehidupan yang Kompleks

  • 2022-10-03
COVER BUKU


Eve’s Healing Journey menawarkan pendekatan yang berbeda. Ia menunjukkan kompleksitas individu yang hidup dengan depresi, tanpa terjebak dalam dualisme hitam dan putih.

 

Oleh JONY EKO YULIANTO, Dosen Psikologi Universitas Ciputra Surabaya

HIDUP berdampingan dengan depresi berisi ragam pengalaman yang berbeda dengan individu pada umumnya. Perasaan-perasaan sedih dan frustrasi dalam kehidupan, yang kerap datang sebagai peristiwa khusus bagi orang-orang pada umumnya, bisa saja merupakan makanan sehari-hari bagi individu yang menderita depresi.

Dalam semesta perbukuan, rilisan yang membahas tentang seluk-beluk depresi dan bagaimana seseorang yang hidup dengan depresi menjalani kehidupan telah banyak tersaji. Masing-masing memiliki setidaknya tiga karakteristik.

Pertama, depresi dan pengalaman hidup dengan depresi ditulis orang yang tidak mengalaminya. Dengan kata lain, depresi dan pengalaman hidup dengan depresi muncul sebagai tema eksternal.

Kedua, individu yang hidup dengan depresi digambarkan sebagai seseorang yang tidak fungsional. Individu yang berbeda dengan kebanyakan individu lain. Ketiga, ia digambarkan dengan sebuah narasi bahagia di akhir cerita.

Buku Eve’s Healing Journey ini menawarkan pendekatan yang berbeda. Ia menunjukkan kompleksitas individu yang hidup dengan depresi, tanpa terjebak dalam dualisme hitam dan putih.

Seseorang dengan depresi bisa saja merasakan pengalaman-pengalaman tergelap yang membuatnya tidak termotivasi menjalani kehidupan. Tapi, orang yang sama ini bisa saja adalah seorang akademisi ahli yang memahami sepenuhnya konsep dan teori tentang depresi.

Eve’s Healing Journey memiliki sudut penceritaan yang sangat unik: seorang psikolog yang mengalami depresi dan membutuhkan bantuan terapi dari psikolog lain. Di lain waktu ia tidak tertarik melanjutkan hidup, tetapi di waktu yang lain ia mengerti bahwa ia perlu melanjutkan hidup demi komitmennya pada pasangan hidupnya.

Penulis buku ini mendialogkan berbagai paradoks tersebut. Penulis menunjukkan bahwa individu yang hidup berdampingan dengan depresi tidak dapat direduksi dengan stereotipe tunggal. Buku ini memperlihatkan bahwa orang yang depresi tidak selalu memiliki hidup yang berantakan dan tanpa pencapaian-pencapaian.

Eve’s Healing Journey ditulis dengan dua macam gaya bercerita. Pertama, menggambarkan pengalaman penulis dalam menjalani hidup dengan depresi. Misalnya, ketika penulis menceritakan pertemuan dengan pasangan hidup atau ketika bercerita tentang pengalaman kuliah psikologi di sebuah kampus. Gaya bertutur seperti ini pekat dengan subjektivitas penulis. Pembaca akan dibawa menyelami apa yang dirasakan penulis.

Sementara itu, gaya bercerita kedua menggambarkan analisis penulis sebagai seorang akademisi. Misalnya, ketika penulis menggambarkan angka bunuh diri atau ketika menjelaskan dinamika depresi dari disiplin ilmu psikologi.

Dua gaya bercerita tersebut saling berganti mewarnai narasi dalam buku ini. Perpindahan gaya bercerita ini, sekali lagi, menjadi keunikan buku ini. Belum pernah ada buku terkait depresi yang diceritakan dengan dua level subjektivitas dalam satu naskah.

Kelebihan lain dari buku ini adalah spektrum pembahasan yang luas dalam membahas depresi. Penulis tidak sekadar membahas dampaknya pada orang yang hidup dengannya, tetapi juga efeknya terhadap kehidupan relasional, spiritual, material, dan profesional.

Misalnya, penulis membahas dinamika interaksi dengan teman-teman, keluarga besar, dan berbagai layer relasi sosial lainnya. Penulis juga menyentuh aspek spiritualitas seperti pentingnya memaafkan dan membahas stigma depresi sebagai akibat dari kurangnya religiusitas individu. Bahkan, penulis juga menceritakan berbagai pengalamannya dengan terapis dan kolega senior.

Pembahasan ini memperkaya perspektif pembaca bahwa individu yang hidup dengan depresi memiliki berbagai dimensi kehidupan yang kompleks dan holistik. Membaca buku ini akan memberi kita perspektif bahwa kehidupan individu yang hidup dengan depresi tidak hanya kompleks dalam kaitannya dengan depresi dan dirinya sendiri.

Tapi juga kompleks karena depresi dan individu ini hidup dalam konteks norma yang lebih luas, relasi sosial yang berlapis, dan memerlukan kemampuan menavigasikan ekspektasi sosiostruktural seperti dari agama dan budaya.

Di samping semua kelebihan di atas, membaca buku ini memiliki beberapa tantangan tersendiri. Eve’s Healing Journey bukanlah buku bacaan yang mudah untuk diselesaikan dalam sekali duduk.

Secara tematik, isu depresi memang merupakan isu berat, yang tidak hanya menantang untuk penulis, tetapi juga untuk pembaca. Buku ini memiliki berbagai narasi detail tentang depresi yang sangat kuat. Hal ini sangat memungkinkan pembaca untuk mengalokasikan energi yang besar untuk menyelesaikan tiap bab. Bukan tidak mungkin pembaca yang memiliki depresi akan ikut terpantik secara psikologis.

Selain itu, plot bercerita dalam buku ini bervariasi. Ada momen penulis bercerita tentang masa menikah dan di beberapa halaman selanjutnya mundur jauh ke belakang saat kuliah atau ketika masa kecil.

Di sana ada elemen-elemen cerita yang menstimulasi penulis merasakan kekecewaan, frustrasi, dan lekat dengan kesedihan mendalam. Plot yang dinamis seperti ini membuat pembaca tidak mudah untuk mengantisipasi apa hal yang akan dibahas selanjutnya.

Jika pembaca membutuhkan jeda untuk membaca antar bagiannya, hal tersebut adalah wajar. Jika pembaca terstimulasi dengan beberapa cerita dan ikut merasa sedih dan terpukul, jeda baca berfungsi sebagai sebuah strategi yang dapat dipilih untuk menyelesaikan buku ini.

Secara umum, buku ini menambah literasi masyarakat tentang seperti apa hidup dengan depresi. Adalah capaian penulis yang berhasil menunaikan janji kepada pasangan hidupnya. Tapi, dalam konteks teknis penulisan, penulis perlu lebih memperhatikan struktur tulisan, diksi, maupun pengaturan yang memadai, terutama kapan memberikan konflik dan resolusi. Namun, secara keseluruhan, terbitnya buku ini merupakan sebuah penanda keberhasilan. (*)

 

JUDUL: Eve’s Healing Journey

PENULIS: Eve (pseudonim)

TAHUN TERBIT: 2022

PENERBIT: LovRinz Publishing

ISBN: 978-623-446-146-6

Editor : dar
Reporter : jpc

Berita Terbaru