Sebelum Diperkosa, Santriwati Diminta Mandi Kemben dan Minum Wine

  • 2022-11-18
Terdakwa Moch Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi sebelum sidang pembacaan putusan di PN Surabaya kemarin. (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)


PROKALTENG.CO - Ada enam santriwati yang mengaku diperkosa Moch. Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi. Keterangan mereka berkaitan satu dengan yang lain. Hal itulah yang menjadi salah satu pertimbangan majelis hakim menjatuhkan vonis 7 tahun penjara kepada Mas Bechi.

Majelis hakim menyatakan Bechi bersalah melanggar Pasal 289 KUHP juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP. Terdakwa dianggap telah terbukti bersalah melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan terhadap santriwatinya yang menjadi korban.

Dalam putusan majelis hakim yang diketuai Sutrisno terungkap, ada enam santriwati yang mengaku diperkosa Bechi. Selain santriwati berinisial ME yang menjadi pelapor dalam perkara tersebut, lima santriwati yang dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi mengaku telah diperkosa terdakwa Bechi. Para santriwati itu mengungkap modus pemerkosaan yang hampir sama. Terdakwa Bechi meminta para korbannya mandi kemben, merokok, dan minum wine sebelum diperkosa.

Kesaksian para santriwati itu terungkap dalam putusan yang dibacakan majelis hakim secara bergantian di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (17/11). Santriwati berinisial IP bahkan mengungkapkan sempat diajak berhubungan badan bertiga atau threesome bersama seorang perempuan lain berinisial R oleh terdakwa Bechi di sebuah hotel di kawasan Jombang.

Selain ME dan IP, santriwati yang juga mengungkapkan pernah diperkosa Bechi adalah SAM, HM, SN, dan FD. Pemerkosaan itu dilakukan Bechi di Gubuk Cokro Kembang dengan dalih akan memberikan materi dan pembekalan untuk diperbantukan di Rumah Sehat Tentrem Medical Center (RSTMC). Para santriwati itu diwawancarai secara tertutup satu per satu.

Para santriwati itu sempat menolak saat diajak bersetubuh oleh Bechi. Namun, mereka akhirnya terpaksa menuruti kemauan gurunya tersebut karena ketakutan. ”Karena lokasi Gubuk Cokro di tengah hutan, saksi ketakutan sehingga mulai mengikuti perintah terdakwa,” kata hakim anggota Khadwanto saat membacakan kesaksian santriwati berinisial SN.

Vonis tujuh tahun yang diterima Bechi itu lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, jaksa meminta hakim menjatuhkan hukuman pidana 16 tahun penjara. Majelis berpendapat bahwa Bechi memiliki tanggungan keluarga. Pria 42 tahun itu juga dianggap masih muda sehingga masih bisa memperbaiki diri.

JPU Tengku Firdaus menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim tersebut. Sementara itu, pengacara korban, Anna Abdillah, berharap jaksa mengajukan banding. ”Di sini hakim dalam permasalahan kekerasan seksual belum pada orientasi memenuhi hak korban. Terdakwa yang tidak kooperatif ternyata tidak bisa menjadi pertimbangan putusan majelis,” kata Anna.

Di sisi lain, Gede Pasek Suardika, kuasa hukum Mas Bechi, juga belum bersikap. Meski begitu, dia menghormati putusan hakim. 

Editor : pri/jawapos.com
Reporter :

Berita Terbaru