Mahasiswa Kaum Intelektual, Logika Berpikir Harus Selayaknya Akademisi

  • 2022-11-24
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalteng Duwel Rawing


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Saat ini kaum mahasiswa menjadi sorotan publik, terkhususnya di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) atas aksi demo yang mereka lakukan. Padahal menurut, Anggota Komisi III DPRD Kalteng Duwel Rawing, mahasiswa merupakan golongan masyarakat intelektual yang mampu menyelesaikan berbagai masalah dengan mengedepankan asas musyawarah mufakat dan logika berpikir selayaknya akademisi.

"Mahasiswa berbeda dengan masyarakat biasa dalam arti mahasiswa adalah masyarakat yang memiliki kelas di atas rata-rata, terutama dalam menghadapi berbagai polemik sosial melalui cara berpikir konprehensif, logis dan mengedepankan asal keilmuan,” ujar legislator membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) meliputi Pendidikan, Kesehatan dan Kepariwisataan ini, Rabu (23/11/2022).

“Saya meyakini bahwa mahasiswa merupakan masyarakat intelektual dam berbeda dengan masyarakat biasa. Sehingga saya berharap sikap maupun perilaku mahasiswa juga menunjukan bahwa mereka merupakan masyarakat berkelas dan berkualitas,” tambah Duwel.

Lebih lanjut, Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, perihal kelas dan kualitas sama halnya dengan dunia perpolitikan, dimana impelementasi politik berkelas dan berkualitas akan bermanfaat bagi masyarakat luas, begitu pula sebaliknya.

“Apabila berpolitik dengan urakan, maka hasilnya sudah dipastikan sangat buruk dan justru mendatangkan paradigma negatif di masyarakat. Sedangkan politik berkelas dan berkualitas akan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tandasnya.

Sementara itu, Politisi Fraksi PDI-P menanggapi insiden bentrok antara mahasiswa dan aparat keamanan saat aksi unjuk rasa Gerakan Rakyat Merdeka (Geram) yang terjadi di halaman kantor Gubernur Kalteng belum lama ini, ia menilai bahwa hal tersebut bisa terjadi karena adanya miss komunikasi antara kedua belah pihak.

“Mungkin hanya karena komunikasinya saja yang kurang efektif, bahkan bisa saja dipengaruhi oleh perilaku. Sehingga sebelum berunjuk rasa, tentunya setiap orang wajib dibekali dengan edukasi terutama menghindari hal-hal yang melanggar hukum. Karena hal itulah yang akan dilihat oleh aparat dilapangan dan harapan saya kejadian seperti itu tidak terulang kembali, ''pungkasnya.  

Editor : pri
Reporter : *rin

Berita Terbaru