Bantu Korban Gempa Tito Minta Kepala Daerah Hibahkan Dana BTT

  • 2022-11-24
Warga berjalan di jalan yang terdampak longsor akibat gempa di Jalan Raya Puncak-Cianjur, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022).


PROKALTENG.CO - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau kepala daerah seluruh Indonesia untuk memanfaatkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) guna membantu warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Saat ini, masih banyak warga yang membutuhkan bantuan.

Menurutnya, tak hanya dalam bentuk dukungan moril, bantuan dalam bentuk dana tunai hingga kebutuhan sehari-hari akan sangat membantu para korban terdampak gempa.

”Saya pada kesempatan yang baik ini mengimbau kepada Bupati, Wali Kota se-Jawa Barat yang utama, tapi juga di luar itu rekan-rekan gubernur seluruh Indonesia, bupati, wali kota saya akan sampaikan lewat asosiasi, supaya memberikan bantuan yang utama setelah saya lihat lapangan bantuannya bukan dalam bentuk makanan, pakaian, bukan,” kata Tito dilansir dari jawapos.com, Kamis (24/11).

Tito menambahkan, jelang akhir tahun 2022 terhitung sebanyak 548 daerah di Indonesia baru menggunakan dana BTT kurang dari Rp 3 triliun. Sehingga, dana itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk membantu rekonstruksi rumah warga yang hancur akibat gempa.

“Saya mencatat dalam catatan Kemendagri dari Rp 12 triliun lebih dana BTT, 548 daerah provinsi kabupaten/kota itu baru terpakai kurang dari Rp 3 triliun artinya masih tersisa dengan Rp 9 triliun,” ujar Tito.

Sementara itu, Tito menyampaikan BTT Kabupaten Cianjur hanya tersisa Rp 5 miliar. Jumlah itu, dinilai Tito tak cukup untuk membantu warga melakukan rekonstruksi ke depan. Sehingga dia berharap seluruh daerah di Indonesia bergotong royong membantu.

“Rp 5 miliar engga akan cukup, di provinsi tersisa Rp20 miliar Jawa Barat, juga engga akan cukup. Pemerintah Pusat memang sudah turun, tapi alangkah baiknya kalau seluruh daerah seluruh Indonesia bisa membantu,” jelasnya.

Pasalnya, menurut mantan Kapolri itu selain bantuan logistik, masyarakat Cianjur terdampak gempa juga membutuhkan bantuan dalam bentuk uang tunai. Para kepala daerah, bisa memberikan bantuan uang tunai dengan mekanisme hibah.

“Mekanisme hibah kepada bupati melalui BKD, badan keuangannya. Nanti akan saya sharing nantinya kepada asosiasi gubernur, bupati, wali kota,” ucapnya.

Tito menjelaskan, peruntukkan dana BTT sebagiannya adalah dalam hal penanganan inflasi. Namun, sebagiannya lagi juga dicadangkan untuk keperluan bencana. Sehingga, dia bakal segera meneruskan imbauan ke masing-masing asosiasi kepala daerah.

Menurut dia, upaya gotong royong perlu dilakukan dalam penanggulangan bencana. “Saya imbau seluruh kepala daerah berikan bantuan hibah, Rp 100 juta saja sudah sangat bermanfaat, kalau dikali 500 saja sudah Rp 50 miliar,” tandasnya.

Diketahui, gempa bumi dengan magnitudo 5,6 melanda wilayah barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (21/11) pukul 13.21 WIB. Menurut BMKG, pusat gempa bumi itu berada di koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur, sekira 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, pada kedalaman 10 km.

Getaran gempa dirasakan hingga wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor dan wilayah di Jawa Barat lainnya. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cianjur, bencana alam ini telah merenggut jiwa sebanyak 271 orang. Sedangkan hampir 2 ribu lainnya luka-luka. Kemudian jumlah pengungsi mencapai 58 ribu orang.  

Editor : pri/jawapos.com
Reporter :

Berita Terbaru