Dukungan Keluarga dan Kerabat Penting untuk Korban Pelecehan Seksual

  • 2022-11-24
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalteng Andina Theresia Narang


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di Provinsi Kalteng, mendapatkan perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Andina Theresia Narang. Anggota Komisi III Dewan Provinsi Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) meliputi Pendidikan, Kesehatan dan Kepariwisataan, mengingatkan agar Keluarga, kerabat maupun teman-teman dari korban pelecehan dan kekerasan seksual terus memberikan semangat dalam memperoleh keadilan hukum.

''Sebagai korban pelecehan seksual, tentunya seseorang akan malu mengungkapkan isi hatinya untuk menindaklanjuti kasus tersebut ke ranah hukum. Disinilah seharusnya peran daripada keluarga, kerabat dekat dan teman-teman korban untuk memberikan semangat serta menyuarakan perlindungan bagi si korban, ''ucapnya, Rabu (23/11/2022).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan bahwa saat ini, terdapat sejumlah permasalahan yang memiliki keterkaitan dengan Pelecehan dan Kekerasan Seksual. Salah satunya yakni Pernikahan Usia Anak, dimana angka pernikahan anak usia dini di Kalteng berada pada nomor urut 3 tertinggi se-Indonesia.

“Kita masuk dalam salah satu nomor urut tertinggi ke-3 di Indonesia terkait Pernikahan Usia Anak, dimana informasi ini saya terima langsung dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) saat melaksanakan Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kalteng kemarin,” ujarnya.

Srikandi dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga memberikan saran serta masukan kepada pemerintah, agar bisa berkolaborasi dengan lembaga adat di Bumi Tambum Bungai, perihal pencegahan pernikahan anak usia dini.

“Yang menjadi masalah selama ini adalah, negara memiliki aturan hukum yang melarang pernikahan anak usia dini, pernikahan tersebut tetap bisa dilakukan secara adat. Sehingga perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga-lembaga adat di Kalteng untuk bersama-sama mencegah hal tersebut terjadi, karena bisa menjadi pemicu pelecehan dan kekerasan seksual,” pungkasnya.

Editor : pri
Reporter : *rin

Berita Terbaru