Adopsi Anak Korban Gempa Cianjur, Kemensos Beri Pernyataan Tegas

  • 2022-11-29
Relawan mengajak anak-anak korban gempa Cianjur bermain kampung Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kemarin (27/11). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)


PROKALTENG.CO - Gempa bumi Cianjur masih menyisakan duka. Tapi, ada saja upaya menambah luka itu semakin dalam. Salah satunya, soal posting-an di media sosial (medsos) mengenai penawaran adopsi anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat gempa pekan lalu itu.

Dalam posting-an tersebut, diperlihatkan sejumlah bayi yang diduga berada di posko gempa Cianjur. Lalu, diberi keterangan yang menyebutkan bahwa bayi-bayi itu boleh diadopsi lantaran orang tua mereka meninggal dunia. Yang berminat mengadopsi diperkenankan langsung datang ke RSUD Sayang Cianjur.

Informasi tersebut dibantah RSUD Sayang Cianjur. Pihak rumah sakit mengatakan, bayi-bayi itu merupakan pasien yang dirawat dan sudah dibawa pulang.

Kemensos mewanti-wanti masyarakat agar tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Masyarakat juga diimbau tidak mengangkat anak/adopsi tanpa prosedur sah. Jika menemukan anak korban gempa yang hilang atau terpisah, Sekjen Kemensos Harry Hikmat menekankan agar masyarakat melapor. ”Bisa melalui Command Center 171 atau dinsos setempat,” ujarnya.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) juga angkat suara terkait penawaran adopsi anak. Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA Nahar menegaskan, adopsi anak langsung dari tempat-tempat pengungsian bukan hal yang dibenarkan. Sebab, praktik adopsi harus sesuai dengan peraturan. ”Tidak boleh langsung. Harus sesuai aturan perundang-undangan karena takut proses adopsinya ilegal,” ungkapnya.

Dikhawatirkan, lanjut dia, anak justru menjadi korban human trafficking atau perdagangan anak oleh pihak tak bertanggung jawab. Karena itu, dia mewanti-wanti agar adopsi dilakukan secara sah sesuai ketentuan hukum.  

Editor : pri/jawapos.com
Reporter :

Berita Terbaru