Polisi Ungkap 4 Kasus Narkotika, Informasi Barang dari Puntun

  • 2023-01-19
Wakapolresta Palangka Raya, AKBP Andiyatna (paling kanan) didampingi Kasatresnarkoba, AKP Gerardus S. Rahail (tengah) saat jumpa pers di Mapolresta Palangka Raya, Kamis (19/1).(FOTO :IST)


PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Selama Awal Tahun 2023 berjalan , Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palangka Raya berhasil mengungkapkan empat kasus tindak pidana narkotika.

“Pengungkapkan sebanyak empat kasus  artinya sebanyak empat laporan polisi, yang tiga terkait dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan satunya penyalahgunaan ekstasi, “ ujar Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Budi Santosa melalui Wakapolresta, AKBP Andiyatna didampingi Kasatresnarkoba, AKP Gerardus S. Rahail saat jumpa pers di Mapolresta Palangka Raya, Kamis (19/1).

Andiyatna menyebutkan laporan polisi (LP) pertama di Jalan Tjilik Riwut Km 11 dengan tersangk inisial M dan jumlah sabu sebanyak 8 paket dengan berat kurang lebih 1,93 gram. Penangkapan tersebut terjadi Senin (2/1) siang.

Sementara LP kedua terungkap di Jalan  Samudin Aman dengan tersangka inisial E dengan barang bukti berupa sabu sebanyak 7 paket dengan berat kurang lebih 2,36 gram. Kejadian tersebut terungkap pada Kamis (5/1) sore.

Ketiga, temuan tersebut terungkap dengan tersangka berinisial H di Jalan Tjilik Riwut Km 12 pada Minggu (8/1) malam. Barang bukti yang ditemukan yakni 2 paket sabu dengan berat kurang lebih 1,29 gram.

Terakhir, temuan ekstasi dengan tersangka NS dengan jumlah ekstasi sebanyak 25 butir. Kejadian tersebut terungkap pada Senin (16/1) malam di Jalan Menteng III Gang Melati II.

“Rata-rata pelaku swasta hasil dari keterangan para pelaku, diduga yang bersangkutan adalah  Pengguna dan pengedar, informasi barang  para tersangka dapat di kampung puntun, dan untuk residivis ini adalah salah satu pelaku penyalahgunaan ekstasi,  dimana sebelumnya memang pernah melakukan penyalahgunaan jenis narkotika,”imbuhnya.

Dengan demikian Polresta Palangka Raya berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 17 paket sabu dengan berat kurang lebih 5,58 gram dan 25 butir ekstasi. Dan para tersangka,kata Andiyatna disangkakan dengan pasal 112 ayat 1 dan juncto 114 ayat 1 UU RI No 32 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun dan denda Rp8 milliar.

 

“Peredaran sabu di Kampung Puntun masih masif kalau mengacu keterangan tersangka, dia menyampaikan bahwa (barang, red) berasal dari Kampung Puntun, artinya  ini menjadi PR dan tugas kami juga untuk melakukan pengembangan yang notabenenya mungkin beberapa hari yang lalu kita sudah melakukan tindakan nyata di Kampung Puntun, namun kenyataannya dari hasil pengungkapan ini, keterangan dari tersangka ternyata didapat dari Kampung Puntun dan akan kita tindaklanjuti,”tambahnya.

“Untuk penertiban kita akan selalu , akan terus untuk jangka pendek mungkin  kita saat ini melakukan kegiatan patroli. Dan untuk kampung puntun sendiri pun karena banyak hal , jadi kita memang akan bersinergi dengan pemerintah daerah dan bnnk dan bnnp dan polda,”pungkasnya.

Editor : dar
Reporter : hfz

Berita Terbaru