Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Oleh Oknum Dosen UPR

Kalau Korban Mencabut Silakan, Aturan Kasus Tetap Berlanjut

  • 2023-01-21
Praktisi Hukum , Suriansyah Halim (HAFIDZ/PROKALTENG.CO)


PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO –Empat bulan berlalu kasus dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang oknum dosen dari Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR) berinisial VAG, terhadap mahasiswi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)  UPR, sejak dilaporkan pada 5 September 2022 sampai hari ini belum menemui titik terang.
Praktisi Hukum dari Suriansyah Halim dan Partner (SHP), Suriansyah Halim, mengatakan, kasus tersebut bisa dihentikan tergantung kejadian dan pasal yang dikenakan. Ia menerangkan di dalan Undang Undang (UU)  terbaru no 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual terbagi menjadi dua delik yakni delik aduan dan delik umum.
“Didalam perkara ini, apakah bisa dihentikan atau tidak, tergantung pasal dan kejadian, apabila ia termasuk pasal 5 atau pasal 6 a , itu delik aduan, bisa dicabut, tapi masuk ke pasal yang lain, walaupun di pasal 6 kena b atau c itu delik umum, artinya pencabutan atau perdamaian cuman bisa meringankan,” katanya kepada awak media, Sabtu (21/1).
Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Penegak Hukum Rakyat Indonesia (PHRI) Kota Palangka Raya menjelaskan di dalam pasal 6 b dengan c mengakomodir dengan adanya tekanan. 
“Artinya kenapa  perkara ini masuk delik umum, sebab kalau posisi seseorang yang pelaku itu di atasnya korban memang ada kemungkinan, apalagi dalam masalah ini, dosen dan mahasiswanya,”imbuhnya.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar perkara tersebut ditelusuri kejadian yang dialami korban sebenarnya. Sehingga delik dan pasal tersebut bisa terlihat. “Kalau masuknya pasal 5 dan 6 a jelas  aduan, tetapi kalau lain, pasal 6b dan c itu masuk delik umum,”tambahnya.
“Kalau delik aduan harus laporan oleh korban, kalau delik umum, kita mengetahui pun walaupun bukan korban berhak melaporkan, kalau masalah pencabutan atau perdamaian itu hak mereka tidak masalah, tapi tergantung deliknya aja , kepolisian kan melihat itu deliknya apa, kejadiannya seperti apa disitu, kalau korban mau mencabut silakan, tapi kan aturannya kasus tetap berlanjut kalau masuknya delik umum,”pungkasnya.

Editor : dar
Reporter : hfz

Berita Terbaru