2 Murid SD Tewas usai Ditabrak Lari Pegawai BNN

  • 2023-01-23
Di tepi jalan Desa Kait-Kait inilah keempat pelajar SD itu ditabrak Honda CR-V yang dikemudikan M Luthfi. (FOTO: SATLANTAS POLRES TANAH LAUT FOR RADAR BANJARMASIN)


PROKALTENG.CO-Empat murid sekolah dasar (SD) yang sedang berjalan di tepi jalan ditabrak mobil yang dikemudikan pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN). Dua murid tewas.
Insiden terjadi di Desa Kait-Kait Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Sabtu (21/1) sekitar pukul 10.00 WITA.

Mobil jenis SUV warna merah itu dikemudikan Muhammad Luthfi, 34 tahun, warga Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser, Kaltim.

Sedangkan keempat korban adalah Nabila Aditiani Putri (7), Arjuna Wijayanto (8), Syifa Raudah (8), dan Nafisah Qurrataa’yun (8). Semuanya tinggal di Desa Kait-Kait.
Kepala desa Thesar T Jatmiko menceritakan, mobil itu melaju dari arah Pelaihari menuju Banjarbaru.

Di RT 03, mobil itu mendadak oleng ke kiri. Menabrak anak-anak yang sedang berjalan pulang dari sekolah. Terus menabrak pohon yang berada di pinggir jalan.

“Tetapi si pengemudi tetap melanjutkan perjalanan. Berusaha untuk kabur,” ujarnya kemarin (22/1) kepada Radar Banjarmasin. Warga yang melihat peristiwa itu kemudian turun mengejar. Dua kilometer dari tempat kejadian perkara, mobil itu berhasil dicegat dan dihentikan.

Syukur ia masih selamat dari amukan massa. “Dia diamankan di rumah saya. Karena banyak warga yang geram,” kata Thesar.

Dari pengakuan si sopir, ia menyetir dalam keadaan mengantuk. “Dia bekerja di BNNK Tanah Laut,” sebutnya.

Ditanya perihal kondisi korban, Thesar menjawab, Nabila meninggal di TKP. Sedangkan Arjuna meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru.

“Sedangkan Syifa mengalami patah kaki. Nafisah cuma mendapat luka ringan,” pungkasnya.

Bagaimana kelanjutan kasus ini, Thesar menunggu saja keputusan para keluarga korban.

Dikonfirmasi, Kapolres Tanah Laut AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kasat Lantas AKP Supriyatno menyebutkan, Honda CR-V itu memiliki nopol DA 7371 AL.

Ini berbeda dengan nomor pelat yang tampak dalam foto dan video yang beredar di media sosial. Di sana terlihat DA 1821 LO.

Perihal perbedaan data ini, Supriyatno berjanji akan kembali mengecek barang buktinya. Yang pasti, si penabrak telah diamankan di mapolres untuk penyelidikan.

Kasus ini jelas menjadi perhatian warga Pelaihari. Salah satunya Hardi. Dia marah mendengar penabrak yang kabur.

“Kalau perlu dites urine,” ujarnya. Tes itu menurutnya penting untuk memastikan, apakah penabrak memang benar mengantuk atau sedang dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang.

Sementara itu, Kepala BNNK Tanah Laut, AKBP Katamsi Sad Retna Setiawan membenarkan bahwa Luthfi adalah pegawainya. “Saya juga ikut sedih dan prihatin,” ujarnya.

Dia menegaskan, itu merupakan perjalanan pribadi Luthfi. Bukan perjalanan dinas.
Katamsi pun berjanji akan mengunjungi rumah para korban. “Kami melihat kondisi dulu, kalau sudah kondusif, kami akan berkunjung,” lanjutnya.

Editor : hnd
Reporter : sal/gr/fud/jpg

Berita Terbaru