Tenggak Miras Oplosan, Sempat Kritis Lalu Tewas

  • 2023-01-25
Ilustrasi dua warga Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, dilaporkan tewas setelah pesta miras oplosan. (DokJawa Pos)


PROKALTENG.CO -  Minuman keras (miras) oplosan kembali menelan korban. Kali ini, dua warga Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo meregang nyawa setelah menenggak cairan haram tersebut. Pelajar dan seorang anak muda. Kedua korban itu berinisial FK, 15, dan MA, 23.

Korban tidak berumur panjang setelah sempat kritis dan dirawat di rumah sakit. FK dan MA tewas di hari yang sama pada jam berbeda. Dua orang lain yang sempat ikut bergabung, hingga berita ini ditulis belum ada kabarnya dikutip dari jawapos.com.

Juliono, salah seorang tetangga FK, membenarkan kedua korban meninggal pada Senin (23/1) lalu. ’’Iya, pagi sama sore jarak beberapa jam saja kalau nggak salah,’’ tutur pria 54 tahun itu ketika ditemui, Selasa (24/1).

Diketahui, kedua korban sempat berpesta racikan oplosan pada Sabtu (21/1) di rumah MA. Sabtu sore, B, teman MA, datang membawa tiga botol metanol atau lebih dikenal sebagai spiritus. Tidak lama kemudian, datang FK dan JM, 16.

Dari informasi yang dihimpun, pada malam Tahun Baru Imlek tersebut, ketiganya meracik miras dari metanol yang dicampur teh manis hangat. Hanya menenggak sekali, JM kemudian berpamitan pergi sebentar. Sedangkan ketiganya meneruskan minum oplosan tersebut.

Saat JM kembali Minggu (22/1) dini hari, dirinya melihat ketiga rekannya itu sudah terkapar karena mabuk. Minggu pagi saat sadar, B dan FK kembali ke rumah masing-masing.

Juliono mengatakan, kejadian aneh sempat dialami korban FK. Pada Senin pagi, tiba-tiba dia tak sadarkan diri di rumahnya. ’’Akhirnya sama keluarga dibawa ke RS Siti Hajar sana, katanya kritis begitu,’’ ungkapnya.

Tetapi, sebelum sempat ditangani, FK mengembuskan napas terakhir. Berselang beberapa jam, Juliono menyebut sorenya korban MA juga mengalami hal serupa. ’’Langsung dibawa ke RSUD, lah kok pas ditangani meninggal juga,’’ ujarnya.

Sementara itu, dua rekan korban yang lain, B dan JM, belum diketahui keberadaan dan kabarnya. Saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, Kanitreskrim Polsek Buduran Iptu Nanang Mulyono mengungkapkan, belum ada laporan resmi yang masuk mengenai kejadian itu. 

Editor : pri/jawapos.com
Reporter :

Berita Terbaru