Konten dari halaman ini Harga Serba Naik, Satgas Pangan Berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan - Prokalteng

Harga Serba Naik, Satgas Pangan Berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan

- Advertisement -

TAMIANG LAYANG-Dari hasil
pemantauan yang dilakukan Satgas Pangan Polres Bartim di Pasar Beringin Ampah,
Kecamatan Dusun Tengah, Jumat lalu (10/5), beberapa harga pangan serba
mengalami kenaikan. Pengecekan kebutuhan pokok dan ketersediaan barang maupun
pangan di hari kelima di bulan suci Ramadan 1440 H itu, dipimpin langsung oleh
Kasatreskrim Bartim AKP Andika Rama.

Tim Satgas Pangan melalui kasatreskrim
menyampaikan, dari hasil pengecekan terdapat sejumlah bahan pokok yang mengalami
kenaikan harga. Penyebabnya, karena permintaan yang terus bertambah, sedangkan
stok tidak memadai.

“Karena di Bartim semua
suplai bahan kebutuhan dari Provinsi Kalsel, sehingga ketersediaannya sulit
dipastikan. Namun kami pastikan, akan terus dipantau,” ucapnya kepada
Kalteng Pos, kemarin.

Dia memaparkan, dari
pengecekan sementara, sejumlah barang kebutuhan mengalami kenaikan cukup
signifikan di antaranya, cabai merah dari harga Rp55 ribu per kg naik menjadi
Rp85 ribu per kg. Bawang putih dari harga Rp50 ribu kembali naik menjadi Rp60
ribu per kg. Disusul cabai rawit dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kg.
Selain itu, bawang merah Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu per kg.

Kenaikan juga terjadi untuk
bahan kebutuhan hasil olahan atau industri. Seperti, urai dia, gula pasir dari
Rp13 ribu menjadi Rp14 ribu per kg.  Minyak goreng dari Rp10 ribu naik
menjadi Rp14 ribu per liter serta tepung terigu dari Rp7 ribu menjadi Rp8 ribu.

Kemudian kenaikan harga juga
terjadi pada kebutuhan pokok hasil ternak dan perikanan. Yakni ayam potong dari
Rp35 ribu menjadi Rp38 ribu per ekor. Telur ayam ras Rp17 ribu menjadi Rp18
ribu per kg. Sedangkan untuk daging sapi tetap bertengger pada nilai Rp140 ribu
per kg. Untuk harga ikan segar dari harga terendah Rp28 ribu per kg, sampai
menembus kisaran Rp80 ribu per kg.

Menurut dia, naiknya harga
bahan kebutuhan tersebut akan disampaikan dan dikoordinasikan dengan
stakeholder terkait seperti Dinas Perdagangan, Pertanian, Peterbakan dan Bulog.

“Itu untuk menelusuri
penyebab terjadi lonjakan harga sekaligus supaya harga dan kebutuhan pangan
tetap aman hingga hari raya Idul Fitri nanti,” tukasnya. (log/ami)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments