Konten dari halaman ini Tunaikan Janji kepada Istri, Eko Yes Wujudkan Galeri Lukis - Prokalteng

Tunaikan Janji kepada Istri, Eko Yes Wujudkan Galeri Lukis

- Advertisement -

Sebagai bentuk menunaikan janjinya kepada istri, Eko Yes seniman lukis Kota Palangka Raya mendirikan galeri lukisan di rumah pribadinya. Ratusan karya lukis miliknya dalam sepanjang hidup terpampang di setiap dinding galerinya.



Muhammad Hafidz, Palangka Raya

Beragam karya lukisan hasil goresan kuas dari tangan salah satu seniman lukis Kota Palangka Raya, Yulianto Eko Sunugro, terpampang di dinding galeri pribadinya. Ya, pria yang populer dengan nama Eko Yes itu, menuangkan ide kreatifnya lewat karya lukis. Beragam objek lukis dituangkan dalam kanvas dengan corak warna warni. Dari keindahan pemandangan alam, hingga objek bernuansa khas budaya Kalimantan Tengah.

Ada yang berbentuk panorama alam, bangunan, binatang, dan bahkan kesenian khas suku Dayak.  Semuannya tersajikan dengan komposisi warna yang indah. Kultur dan estetika masyarakat di Bumi Tambun Bungai bergitu berpengaruh pada tiap-tiap coretan karya yang dibuat Eko. Tak luput, lukisan gambar dari keluarganya pun diabadikan juga oleh pemilik galeri lukis yang dibangunnya di Jalan Dahlia, Komplek PCPR 1, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya ini.

Menyusuri setiap sudut lantai 1 di galeri tersebut, tersaji beragam lukisan dengan berbagai aliran. Tak cukup hanya di situ, di lantai dua juga dipenuhi berbagai karya lukisan kanvas dari para anak didiknya.

Kepada media yang berkunjung ke galerinya itu, Eko Yes mengungkapkan alasan mewujudkan bangunan galeri tersebut. Menurutnya, gagasan ini ia wujudkan untuk memenuhi janjinya yang diucapkan kepada almarhumah istrinya. Sebab, dikatakannya bahwa di mana pun dirinya berkarya, istrinya selalu mendampingi. Sehingga mampu memacu semangatnya dalam berkarya.

“Secara pribadi, saya merealisasikan kesepakatan saya dan istri saya, karena setiap saya berkarya ke luar atau di dalam, sering istri saya mendampingi.  Sehingga membuat semangat saya untuk berkarya,”ujarnya, Jumat (13/1) kemarin.

Untuk itulah, dirinya langsung berinisiati memanfaatkan rumah kosong yang dijadikan sebagai galeri lukis pribadinya. Galeri tersebut, diharapkan bermanfaat untuk masyarakat Kalteng, khususnya di Kota Palangka Raya.

“Karena kebetulan lama tinggal di sini, saya mengungkapkan rasa menyatu saya dengan alam. Baik alam lingkungan, dan interaksi dengan lingkungan di Kalteng dan juga mengenalkan budaya adat dayak di kalteng. Seperti budaya tari, makanya karya karya yang saya pamerkan, banyak objek tari,” katanya.

Pria kelahiran Yogyakarta itu, tak memiliki latar belakang dan pekerjaan pada bidang seni lukis. Sesuai penuturannya, ketertarikannya pada seni lukis itu sebagian besar dipengaruhi oleh maestro Afandi, yang sering dikunjunginya sewaktu masih bersekolah di Yogyakarta.

Sebagai manusia, Eko mengaku pernah merasa jenuh dengan karya seni yang digelutinya itu. namun hal itu menurutnya masih sebatas wajar, karena pada saat awal datang ke Kota Palangka Raya, seni lukis hanya dipandang sebelah mata dan belum dikenal orang banyak.

"Sekitar dua tahun saya tidak melukis lagi. Tapi mungkin, memang ini jalan dari tuhan sehingga membuat saya kembali lagi untuk berkarya," imbuhnya. (*)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments