Konten dari halaman ini Sparing Partner Petinju Bartim, Palangka Raya dan Pulpis

Melihat Sparring Partner Petinju-Petinju Muda Menyongsong Porprov 2023

Tanpa Ring Tinju, Gunakan Cangkul dan Besi Sebagai Lonceng

- Advertisement -

Salah seorang petinju memegang cangkul dan besi yang digunakan sebagai lonceng. (FOTO : INDAR/PROKALTENG.CO)

Meski dalam suasana Bulan Puasa, tidak menyurutkan petinju-petinju muda dar Palangka Raya, Kapua dan Pulang Pisau untuk selalu berlatih. Bahkan dengan semangat olahraga,  ajang Sparring Partner digelar di Sasana Tinju Jahan Boxing Camp (JBC) Palangka Raya, Jalan Gang Sampit Palangka Raya, Sabtu (15/4/2023).

——————————

Teriknya mentari sore masih cukup menyengat. Beberapa mobil terparkir di depan kediaman Ketua Pengprov Pertina Kalteng, Pinten SPd MM yang merupakan tempat JBC, yang selama ini digunakan untuk menempa petinju-petinju Palangka Raya kususnya dan Kalteng pada umumnya.

Puluhan petinju dengan mengenakan seragam warna-warni, tampak berkeliling sambil melakukan warning up (pemanasan) bersama-sama. Sementara di teras rumah, nampak sesepuh Pertina Kalteng Sipet Massal, Ketua KONI Kota Karuhei TN Asang SPd MPd, Wakil Ketua Pujo Harianto dan pengurus Basuki serta rombongan Pertina Barito Timur yang dikomandani Ketua Umum Pertina Bartim Lurikto.

Baca Juga : Waspada Penganiayaan Oleh Orang Tak Dikenal

Usai melakukan pemanasan, ajang sparing partner pun dimulai. Namun yang membuat miris, duel antarpertinju tersebut tanpa menggunakan ring tinju. Bahkan untuk bel yang biasanya digunakan untuk pertanda dimulainya rounde pertandingan, hanya menggunakan cangkul yang tidak terpakai dan besi pendek sebagai pemukulnya.

“Sparing partner ini sebagai ajang silaturahmi dan uji coba atas latihan yang selama ini dilakukan, baik oleh Pertina Bartim, maupun petinju-petinju Palangka Raya dan petinju Pulang Pisau,” ujar Pinten, saat dibincangi prokalteng.co, di sela-sela pertandingan.

“Dalam hal ini, kami tidak mencari kalah dan menangnya. Namun setidaknya, para petinju-petinju yang kita ikutsertakan bisa menempa pengalaman dan jam tanding, serta mampu mengevaluasi terhadap hasil latihan yang didapat selama ini,” ucap Pinten.

Meski labelnya hanya uji coba, namun ajang adu jotos tersebut berlangsung cukup sengit da meriah. Masing-masing petinju mengeluarkan kemampuannya. Bahkan akibat pukulan yang cukup telak, beberapa petinju sempat tersungkur ke lantai yang berpasir. Bahkan karena hanya menggunakan tanah berpasir, beberapa petinju juga lecet akibat di tanah berpasir yang digunakan untuk pertandingan.(ind/Bersambung)

 

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments