Pasca Lebaran, Penjualan Kulit Ketupat Masih Laris Manis

- Advertisement -

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tradisi makan ketupat, secara turun temurun hingga kini masih dilestarikan oleh kalangan masyarakat yang memeluk agama muslim pada saat Lebaran Idulfitri.

Terlebih lagi, makan ketupat dapat mempererat tali silaturahmi saat berkumpul dengan keluarga, sanak saudara, rekan kerja, dan sebagainya. Ketupat sampai saat ini, pasca lebaran masih tetap diburu pembeli di Pasar Besar Kota Palangka Raya.

Baca Juga: Cerita Kartini PLN jaga Terang Ramadan dan Lebaran 1444 H

Sebab, nasi berbungkus daun pelepah kelapa muda, dan daun pisang ini masih menjadi primadona bagi masyarakat yang menggemari kuliner lontong, soto, dan sebagainya yang dihidangkan di sebuah rumah makan atau tempat kuliner lainnya.

“Ini saya jual seikat seharga Rp.10.000 dengan isi sebanyak 10 buah kulit ketupat¬† berukuran sedang. Walaupun, tidak seramai layaknya pada saat Hari Raya Lebaran Idulfitri,”ucap salah seorang penjual kulit ketupat, Supiatun, Rabu (10/5/2023)

Sementara itu, salah seorang penjual lainnya, Hj.Nunik menambahkan bahwa ketupat yang sudah dimasak paling banyak diburu oleh pedagang kuliner. Seperti penjual sate dan gado-gado. Dalam sehari, dirinya dapat memproduksi sebanyak kurang lebih 10 kg beras, dengan pengolahan ketupatnya berlanjut terus dari pagi sampai malam.

“Kalau hari ramainya itu pada saat hari libur seperti sabtu dan minggu, terlebih lagi menerima orderan untuk acara pernikahan,”bebernya. (pri/rin)¬†

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments