Konten dari halaman ini Duet Ganjar-Erick Posisi Pertama versi Survei LSI - Prokalteng

Duet Ganjar-Erick Posisi Pertama versi Survei LSI

- Advertisement -

PROKALTENG.CO – Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei peta kompetisi Pilpres 2024. Pada simulasi LSI, tiga nama pasangan presiden dan wakil presiden, pasangan Ganjar Pranowo dan Erick Thohir berada di posisi pertama. Adapun survei nasional LSI diselenggarakan pada 1-8 Juli 2023.

Pupulasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional.

BACA JUGA: Effendi Simbolon Lebih Pilih Dukung Prabowo, Ferdinand Sebut Begini

Pasangan Ganjar-Erick juga berhasil unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar dan Anies Baswedan-Khofifah Indar Parawansa. “Ganjar-Erick Thohir 34 persen unggul atas Prabowo-Muhaimin 30,7 persen, sementara Anies-Khofifah 21 persen.

Sekitar 14,2 persen belum menunjukkan pilihannya,” tulis rilis resmi LSI pada Selasa (11/7). Diketahui tren elektabilitas Ganjar dan Erick terus mengalami kenaikan. Dalam survei ini, elektabilitas Ganjar sebagai capres sebesar 32,2 persen. Kalah tipis dari Prabowo.

Kemudian, Erick sebagai capres selalu berada di posisi pertama dalam berbagai simulasi. Erick berhasil unggul dari Ridwan Kami, Sandiaga, Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Gibran Rakabuming Raka dan Khofifah Indar Parawansa.

Adapun pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1242 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening. Margin of error survei diperkirakan ±2.8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih. (pri/jpg)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments