Konten dari halaman ini Lagi-lagi Jonathan Christie Ketemu Viktor Axelsen di Semifinal - Prokalteng

Lagi-lagi Jonathan Christie Ketemu Viktor Axelsen di Semifinal

- Advertisement -

PROKALTENG.CO– Jonatan Christie memenangi pertarungan ”saudara” melawan Shesar Hiren Rhustavito di sektor tunggal putra. Jojo –sapaan Jonatan– unggul 21-12, 21-17 saat bertemu di Changzhou Olympic Sports Center kemarin (8/9).

Praktis, Jojo menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di semifinal China Open. Dia akan menghadapi jagoan Denmark Viktor Axelsen.

Jojo menyatakan sudah siap tampil melawan Viktor. Jojo lebih berfokus pada kesiapannya. ’’Apalagi, venue yang ada cukup berangin. Timing pukulan harus terus diperbaiki,’’ kata Jojo.

Di sisi lain, ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti kena revans dari pasangan Korea Selatan Lee So-hee/Baek Ha-na. Setelah di Kejuaraan Dunia bisa menang, kemarin pasangan berakronim PriFad itu takluk saat berhadapan di perempat final (15-21, 21-18, 10-21).

Fadia menyampaikan, dari pertemuan terakhir sebenarnya tidak ada yang berubah dari permainan lawan. ’’Tapi, tadi memang siapa yang paling konsisten setiap poinnya, dia yang akan lebih unggul. Dan, mereka lebih pintar tadi mengatasi kondisi lapangan yang kalah dan menang angin seperti ini,’’ jelasnya.

Hal senada disampaikan Apriyani. Eks duet Greysia Polii itu mengungkapkan, perbedaan lawan hanya sering memanjangkan bola. ’’Lalu, menyergap kami di permainan depan. Di game kedua, giliran kami yang mengandalkan pola permainan seperti itu dan berhasil,’’ ungkapnya.

Fadia sempat meminta spray lantaran kakinya agak kram. ’’Mungkin ini hanya faktor kelelahan, bukan cedera yang serius. Apalagi, kami kan dari babak pertama bertemu lawan yang tidak mudah,’’ ujarnya.

Sama dengan ganda putri, ganda putra sudah habis setelah Bagas Maulana/Shohibul Fikri takluk dari juara dunia Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae (15-21, 17-21). Fikri menyebut sejak awal sebetulnya sudah menanamkan kepercayaan diri melawan juara dunia.

Hanya, lawan bermain lebih tenang. Kekalahan ini dijadikan untuk mengukur kualitas. ’’Jadi, kami tahu kemampuan kami ada di mana,’’ tutur Fikri. (jpc/hnd)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments