Konten dari halaman ini Dililit Piton, Pemburu Ular Tak Terselamatkan - Prokalteng

Dililit Piton, Pemburu Ular Tak Terselamatkan

- Advertisement -

PROKALTENG.CO-Pria bernama Hermansyah ditemukan tewas dengan tubuh masih dililit ular piton, Ahad (14/5).  Warga menemukan pria 26 tahun itu, di bekas jalan hauling kilometer 11 di Desa Alimukim Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar sekitar pukul 00.30 Wita.

Belakangan diketahui, Hermansyah adalah warga Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru.

Kapolsek Pengaron, Ipda Sahril mengatakan, saat ditemukan tubuh Hermansyah sudah tidak bergerak. “Ada saksi yang melintas dan melihat korban dililit ular. Saksi lalu meminta bantuan ke masyarakat sekitar,” katanya.

Warga pun berdatangan untuk melepaskan korban dari lilitan ular piton sepanjang lima meter tersebut.

Sangat sulit. Hingga kepala ular terpaksa ditebas dengan parang agar lilitannya bisa terlepas.

“Setelah ularnya mati, lilitan akhirnya bisa diurai, tetapi korban sudah meninggal dunia,” ujar Sahril.

Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Pengaron oleh warga bersama personel Polsek Pengaron dan Koramil Pengaron.

Sahril memastikan, dari hasil pemeriksaan Puskesmas Pengaron dan Tim Inafis Polres Banjar, tidak ditemukan luka lain selain bekas lilitan ular.

Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Fransiskus Manaan melalui Kaur Inafis Polres Banjar, Iptu Yusuf Teddy menambahkan, merupakan penjaga kebun dan sering mencari ular untuk dijual.

Diduga, korban mengidap penyakit bawaan yang membuatnya tak bisa melawan saat dililit ular.

“Faktor lain, korban terlambat ditolong karena kondisi malam hari, dan lokasinya sangat jauh dari fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Setelah dievakuasi ke Puskesmas Pengaron, korban lalu dibawa ke rumah duka di Desa Sungai Tiung.

“Pihak keluarga menolak dilakukan visum dan meminta agar langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” pungkasnya. (ris/gr/fud/jpn/hnd)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments