Konten dari halaman ini Inovasi Shabondama Dikenalkan untuk Penanganan Karhutla - Prokalteng

Inovasi Shabondama Dikenalkan untuk Penanganan Karhutla

- Advertisement -

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangkaraya mendapat kunjungan tim peneliti dari Hokkaido Jepang dan Universitas Palangkaraya, Rabu (30/8). Kunjungan tersebut diterima Sekda Kota Palangkaraya, Hera Nugrahayu di Ruang Rapat Peteng Karuhei I Kantor Wali Kota Palangkaraya. Kepala UPT Laboratorium Lahan Gambut Universitas Palangkaraya Dr. Ir. Adi Jaya, M.Si menuturkan bahwa pihaknya bersama tim peneliti dari Hokkaido Jepang memperkenalkan Shabondama dengan produknya sebagai sampel bahan untuk pemadaman kebakaran.

“Atas izin pihak pemerintah kota, kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Asisten II, besok kami akan turun ke lapangan untuk melakukan kegiatan pemadaman kebakaran. Termasuk menggunakan produk yang hasilkan tersebut. Kami berterima kasih kepada pemerintah kota atas kesempatan yang diberikan untuk bekerjasama dalam pemadaman kebakaran,”kata Adi Jaya.

Dijelaskannya bahwa Shabondama adalah salah satu perusahaan yang memproduksi sabun komersial. Saat ini sedang mencoba memproduksi sabun khusus untuk pemadam kebakaran. Penelitian terhadap produk yang dihasilkan itu, sejauh ini menurutnya cukup efektif dalam memadamkan kebakaran.

“Ada kombinasi di tim peneliti mereka dan dari Universitas Palangkaraya juga ada. Ada juga tim pemadam kebakaran, dan dari pihak yang memproduksi sabun,”ujarnya.

Keunggulan Produk Shabondama

Dia mengakui bahwa penanganan kebakaran hutan di gambut sangat spesifik dan sulit. Menurutnya jika mengkaji material produk tersebut, dinilai cukup efektif dari aspek pemadaman. Sebab,  dinilai mampu masuk lebih dalam ke lahan gambut. Penetrasinya lebih dalam disamping fungsi lainnya. Yakni menghambat oksigen yang menjadi bagian penting dalam proses pembentukan api.

Selain itu, dikatakan mampu menurunkan suhu. Itulah keunggulan produk sabun tersebut, selain diyakini ramah lingkungan. Untuk itu, hal ini akan lebih mudah dilakukan jika dibandingkan dengan menggunakan air.

Sementara di tempat yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembagunan, Aratuni D Djaban menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palangkaraya menyambut baik rencana penanganan kebakaran hutan.  Menurutnya perkembangan atau risiko kebakaran lahan berbanding lurus dengan peradaban zaman. Hal ini menyangkut perilaku manusia, maka perlu disambut dengan inovasi atau alternatif yang ditawarkan.

“Penelitian ini telah diuji beberapa tahun yang lalu. Tentu ada perbaikan. Mungkin tadi ada komentar soal iritasi kulit, mungkin sudah diperbaiki. Yang terpenting adalah bagaimana mereka mencoba membuat inovasi baru, agar kita bisa meminimalisir kebakaran hutan. Kami menyambut baik hal ini, dan kami akan menindaklanjuti kerja sama tersebut,”ujarnya. (*ana/hnd)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments