Konten dari halaman ini Desa Keraya Minta Pembangunan Pengaman Abrasi Pantai

Desa Keraya Minta Pembangunan Pengaman Abrasi Pantai

- Advertisement -

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO  – Warga Desa Keraya minta Pembangunan pengaman abrasi pantai. Utamanya, di wilayah RT.01 yang mana sudah ada 7  rumah yang telah di relokasi, dikarenakan rumahnya roboh akibat terkena abrasi sehingga harus dipindahkan ke wilayah atas desa. Pembangunan pengaman abrasi ini dinilai sangat penting untuk menghindari adanya kejadian serupa dikemudian hari.

Itu disampaikan oleh Wakil Rakyat asal Dapil Kalteng III meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara, H. Jubair Arifin. saat melakukan kunjungan reses perorangan ke Desa Keraya, belum lama ini.

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng membidangi Pembangunan Infrastruktur dan Ketenagakerjaaan ini. Menyarankan kepada pemerintah daerah. Supaya bisa melakukan penanganan dengan cara melakukan koordinasi ke pemerintah pusat. Agar dapat ditangani melalui dana APBN.

“Mengingat, pembangunan pengaman abrasi pantai ini memang cukup panjang. Sekitar 500 sampai 700 meter (untuk titik rawan,red). Dan kalau itu mau dihitung semuanya. Bahkan bisa mencapai kiloan kilometer. Sehingga demikian, hal ini memang perlu mendapatkan penanganan dari APBN,” ujar dia.

Ia juga menyampaikan usulan lainnya. Yakni warga Desa Keraya sangat berharap agar adanya pembangunan infrastruktur jalan, yang masih banyak belum maksimal. Dan masih ada pula sebagiannya belum dilakukan pengerasan dan pengaspalan jalan.

“Penanganan infrastruktur jalan ini, juga dirasa sangat penting untuk dilakukan, guna memperlancar segala aktifitas sosial ekonomi warga desa setempat,” ujarnya menambahkan.

Ia sangat berharap kedua usulan ini. Selanjutnya bisa mendapatkan perhatian, dukungan serta tindaklanjut dari pemerintah daerah. Bahkan bila itu memungkinkan adanya penanganan langsung dari pemerintah pusat. (hfz/ind)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments