Konten dari halaman ini Cerita Ustaz Dennis Lim saat Jadi Bandar Judi - Prokalteng

Cerita Ustaz Dennis Lim saat Jadi Bandar Judi

- Advertisement -

USTAZ Dennis Lim menceritakan perjalanan spritualnya mendalami Islam. Dennis Lim mengaku dulunya ia bandar judi. “Dulu. Tapi sekarang berhenti sama sekali,” beber Dennis Lim, saat ditanya dokter Richard Lee soal masa lalu uztas asal Bogor itu yang pernah menjadi bandar judi, di kanal YouTube @drRichard_Lee.

Kok bisa mendapat hidayah? tanya dokter Richard Lee ke Dennis Lim.

“Yah semudah itu Allah bolak-balikkan hidup,” respons Dennis Lim.

Menurut Dennis Lim, dia melihat orang di sekitarnya yang berkecimpung di dunia perjudian pun tidak ingin selamanya di sana. “Tapi kalau proses berpikirnya sih, gue ngeliat orang yang udah di jalan itu, mereka aja kalau ngobrol yah pada nggak pengen selamanya di jalan itu,”jelasnya.

“Jadi kadang, sorry, kita lagi dugem, di meja udah ada drugs sudah ada kiri-kanan wanita menarik, kadang yang diobrolin jenuh gue bro kayak begini, kayaknya lebih enak di rumah, hangat dikelilingi anak, cucu, kumpul semua di ruang tengah,” cerita Dennis Lim.

Diakuinya kondisi itu membuatnya capek.

Ia mengibaratkan mencari uang halal saja masih stress berpikir. “Ibarat lu nyari duit halal aja, masih stress mikirin aduh cabang yang ini kurang untung nih. Sampai bikin lo nggak bisa Nggak bisa tidur sendiri kan. Padahal rumah udah ada, motor udah ada, mobil udah ada, bisnisnya juga cabang yang lain masih lancar, segitu tuh halal,” beber ┬ápria yang berasal dari Bogor, Jawa Barat ini.

Ia pun mengaku sampai pada satu titik. “Jadi sudah sampai di satu titik. Dunia itu ngebosenin akhirnya. Dalam artian lu pertama kali makan all you can eat, 5 menit pertama itu daging begitu menggoda, 90 menit kemudian, daging itu juga nggak mau, sesuka-sukanya lu sama satu makanan, setahun penuh lu nggak makan makanan lain selain itu, blenep sih pasti,” jelasnya.

Pria yang disebut mirip Song Joong Ki ini┬ámenceritakan, satu hari pernah memperoleh Rp80 juta. Awalnya, ia senang, namun berujung mati rasa. “Satu hari kadang 80 jutaan, tapi awalnya seneng, bertahun-tahun ngalamin kayak gitu, jadi lama-lama garing, mati rasa. ketemu yang dapatnya lebih gede, dia lebih mati rasa,” bebernya,

“Jadi akhirnya udah nyampe di satu titik udah sama mereka begitu. Terus gua ngeliat orang-orang yang berada di bidang itu nggak ada yang happy ending, yang masih kaya sampai meninggal ada, tapi anaknya mati kecanduan narkoba, istrinya ninggalin dirinya, banyak masalah,” jelasnya.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments